MINERAL ,KRISTAL , SERTA BENTUK POTONGAN BATU PERMATA


Mineral dan Kristal

Kristal adalah suatu benda yang homogeny, berbentuk geometris dan atom – atomnya tersusun dalam sebuah kisi – kisi Kristal

Kristal dapat terbentuk di alam atau di laboratorium

Kristal terbagi dalam 6 bnetuk

  1. Regular , kubus, isometric , ketiga poros sama panjang dan berpotongan tegak lurus satu sama lain
  2. Tetragonal , ini adalah bentuk bintang empat , missal rutile zircon
  3. Heksagonal, ini adalah bentuk bintang enam, missal apalite beryl dan corundum
  4. Ortombis adalah bentuk irisan wajik, sperti topaz
  5. Monoklin, bentuk miring sebelah, gips
  6. Triklin, bentuk miring 3 arah , albit, anortiti

 

 

Nilai yang melekat pada batu permata

  1. Kemurnian

Adalah keaslian dan tingkatan kerasnya permata, artinya permata asli bukanlah permata sintetis atau masakan.

Kemurnian adalah factor yang mempengaruhi batu permata dalam menerima dan mengirimkan getaran. Batu permata yang terbentuk di dlaam perut bumi selama ratusan, ribuan , bahkan , jutaan tahun tidaklah sama dengan batuan sintetis. Semakin murni batu permata semakin besar tenaganya.

 

  1. Tingkatan Keras

Skala mohs

Skala 1, talk, mudah digores dengan kuku jari

Skala 2, gips, mudah digores dengan kuku ibu jari

Skala 3, kalsit, mudah digores dengan pisau

Skala 4 , fluorit, mudah digores dengan pisau

Skala 5, apatit, dapat diptong dengan pisau walau sukar

Skala6, ortoklas , dapat dikoyak tipis dengan pisau dipinggir

Skala 7, kwarsa, jade , hematite, dapat menggores kaca

Skala 8, topaz, dpat menggores kaca

Skala 9, ruby ,sapphire, corundum, dapat menggores topaz

Skala 10, intan berlian, dapat menggores corundum

  1. Warna

Warna batu permata ketika terjadi beberapa proses pemindahan panjang gelombang. Spektrum yang dapat dilihat dari warna merah oranye kuning hijau, biru.

Mineral yang mempunyai aneka warna disebabkan adanya kehadiran zat warna pigmen, terkurung suatu benda ( pigmen ), kehadiran zat campuran

  1. Bentuk

Bentuk suatu benda menghasilkan berbagai pengaruh yang berbeda.kalau kita ingin mempertajam pengaruh batu yang kita pakai, maka bentuk faset – faset seperti pada berlian adalah factor yang paling banyak menghasilkan energy.

  1. Ukuran

Besar kecilnya batu permata turut mempengaruhi besar kecilnya energy yang diterima maupun yand dipancarkan oleh batu tersebut.

 

 

Bentuk – bentuk Potongan

  1. Brilian cuts

Merupakan potongan standar berlian tetapi juda digunakan untuk permata lainnya. Gaya brilian sangat fleksibel diterpakan berbagai bentuk bulat temasuk pir marquise. Potongan ini memiliki 57 faset atau 58 dengan sebuah culet. Potongan ini juga memantulkan cahaya secara maksimum dan member kesan seperti api berkilauan

  1. Step cuts

Merupakan potngan perangkap( emerald cuts ) . ptongan ini digunakan pada batu persegi panjang, persegi, dengan sudut diptong sedikit untuk mencegah frackture

  1. Mixed cuts

Ptongan secara bulatan dengan bentuk crown seperti brilian cuts, bentuk yang popuplar ialahh cusion, pear , teardrop dan oval.

  1. Fancy cuts

Terdapat dalam berbagai bentuk seperti triangular, pentagonal, dan teardrop

  1. Polishing

Dilakukan pada batu permata seperti opal dan jade

  1. Cabochon

Batu permaa yang yang telah dipoles sehingga cembung di bagian atas dengan dasar rata , hasilnya permukaan menjadi halus dan berbentuk bulat atau garis luar melengkung . Pemotongan mempunyai warna transparan. Mempunyai warna kuat atau efek mata kucing, dan star.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s